Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel

Kanama
Kamis, 10 September 2026 16:46:06

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Indonesia bersama tujuh negara Arab dan Muslim menyambut keputusan Inggris yang melarang impor barang dari permukiman Israel yang dinilai ilegal di wilayah Palestina yang diduduki. Kamis (10/09/2026).

Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kedelapan negara tersebut juga menyambut kebijakan Inggris yang memberlakukan pembatasan terhadap layanan yang berkaitan dengan aktivitas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Baca: Pernyataan Jubir Baru Donald Trump soal Toilet China Picu Kontroversi, Ini Duduk Perkaranya

Mereka berharap kebijakan Inggris dapat mendorong lebih banyak negara mengambil langkah serupa dengan berpedoman pada hukum internasional.

"menyambut baik keputusan Pemerintah Perserikatan Kerajaan Inggris untuk melarang impor barang dari pemukiman Israel ilegal di Wilayah Palestina yang Diduduki serta memperkenalkan pembatasan terhadap layanan yang terkait dengan pemukiman tersebut,” demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri RI.

Baca: Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania

Dorong Dunia Internasional Ambil Langkah Serupa

Indonesia dan tujuh negara lainnya juga menyerukan agar organisasi maupun individu yang terlibat dalam aktivitas permukiman ilegal Israel dapat dimintai pertanggungjawaban.

Sikap tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap ekspansi permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Baca: Pilot Flydubai Smit Machchhar Ungkap Perjuangan Melawan Kopilot di Udara

Para menteri luar negeri delapan negara menilai langkah pembatasan terhadap aktivitas yang menopang permukiman tersebut perlu diperkuat melalui tindakan bersama masyarakat internasional.

Mereka juga kembali mendesak Israel membatalkan berbagai kebijakan terkait aktivitas permukiman serta tindakan yang dinilai bertujuan mengubah karakter geografis dan demografis wilayah Palestina yang diduduki.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Inggris Ambil Langkah Tegas

Pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan larangan impor barang yang berasal dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kebijakan tersebut juga mencakup pembatasan terhadap layanan yang berkaitan dengan permukiman.

Langkah London kemudian mendapat dukungan dari sejumlah negara, termasuk Prancis dan Kanada. Sejumlah negara Eropa lainnya juga menyatakan dukungan terhadap pembatasan perdagangan dengan permukiman Israel.

Baca: Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America

Kebijakan Inggris tersebut memicu respons keras dari Israel. Pemerintah Israel bahkan mengumumkan langkah balasan, termasuk penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur dan pembatasan terhadap sejumlah warga Inggris.

Di sisi lain, delapan negara Arab dan Muslim tersebut menegaskan kembali dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.

Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan

Mereka menilai perdamaian yang adil, permanen, dan menyeluruh hanya dapat diwujudkan melalui pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan garis perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Sikap Indonesia bersama tujuh negara tersebut sekaligus memperlihatkan dorongan agar tekanan internasional terhadap aktivitas permukiman Israel semakin kuat melalui jalur diplomasi dan kebijakan ekonomi. (SM)



Terkait
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Ten
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks R
Lainnya
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Banjir Bandang, 20 Orang Meninggal Dunia
Sepupu Menuding Emiliano Sala Dibunuh
PBNU Protes Twit Dubes Arab Saudi yang Sebut Organisasi
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Nasional
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran ya
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat