Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America
KANALSUMATERA.com - WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat perhatian publik tertuju pada kebijakan perubahan nama wilayah. Kali ini, Trump mengisyaratkan keinginan mengubah nama negara bagian New Mexico menjadi New America.
Usulan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (06/09/2026). Dalam unggahan itu, Trump menampilkan peta New Mexico dengan kata “Mexico” dicoret dan diganti menjadi “America”.
Langkah tersebut menjadi sorotan karena New Mexico merupakan salah satu negara bagian AS yang memiliki sejarah panjang dan identitas budaya yang kuat.
Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan
Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham turut merespons gagasan tersebut. Ia menolak wacana perubahan nama dan menilai nama New Mexico memiliki nilai sejarah yang jauh lebih panjang dibandingkan berdirinya Amerika Serikat.
Usulan Trump juga kembali mengingatkan publik terhadap sejumlah perubahan nama geografis yang sebelumnya didorong pemerintahannya.
Baca: Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut
Sebelumnya, Trump telah mendorong perubahan nama Gulf of Mexico menjadi Gulf of America. Pemerintah AS juga melakukan perubahan nama Danau Ontario menjadi Lake America dalam sistem penamaan geografis federal.
Perubahan nama tersebut bahkan berdampak pada layanan peta digital. Google Maps dan Apple Maps menerapkan nama Lake America bagi pengguna di AS, sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama Lake Ontario.
Untuk New Mexico, belum ada keputusan resmi yang mengubah nama negara bagian tersebut. Unggahan Trump sejauh ini lebih merupakan usulan atau gagasan yang disampaikan melalui media sosial.
Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan
Wacana itu pun memunculkan pertanyaan mengenai apakah perubahan nama sebuah negara bagian dapat dilakukan melalui kewenangan presiden. Berbeda dengan perubahan nama sejumlah wilayah atau fitur geografis yang berada dalam kewenangan pemerintah federal, nama negara bagian memiliki dasar hukum dan proses politik tersendiri.
Dengan demikian, New Mexico hingga kini masih menjadi nama resmi negara bagian tersebut. Usulan menjadi New America masih sebatas gagasan yang dilemparkan Trump dan belum menjadi perubahan hukum.
Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Gagasan terbaru ini memperpanjang daftar kontroversi terkait upaya Trump mengubah penamaan sejumlah lokasi di Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan politik Trump yang kerap menggunakan simbol, identitas nasional, dan penamaan geografis sebagai isu publik. (SM)
