Raja Yordania Ancam Hukuman Keras Pelaku Penembakan Gereja yang Tewaskan 7 Orang

Kanama
Sabtu, 24 Oktober 2026 11:50:55

KANALSUMATERA.com - YORDANIA – Raja Yordania Abdullah II menegaskan akan memberikan hukuman paling berat kepada para pelaku penembakan di sebuah gereja di wilayah Karak, Yordania. Serangan saat berlangsungnya upacara pemakaman tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (23/10/2026) di Gereja Hamoud, kawasan Karak, Yordania bagian selatan. Insiden tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena menyasar komunitas Kristen di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dikutip dari laporan Reuters, Sabtu (24/10/2026), Raja Abdullah II mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak akan dibiarkan begitu saja.

Baca: Iran Ancam Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Terkait AS Jika Perang Berlanjut

Raja Abdullah juga menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat Yordania agar aksi kekerasan tidak memicu perpecahan di tengah kehidupan beragama.

Pemerintah Yordania menyatakan aparat keamanan terus memburu para pelaku. Hingga laporan terakhir, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca: Parlemen Malaysia Sindir Indonesia soal Asap dengan Bahasa Jawa: Pak Prabowo, Pripun Kabare?

40 Orang Terluka, Aparat Buru Pelaku

Kepala Direktorat Keamanan Publik Yordania, Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, menjelaskan bahwa sebagian besar korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Menteri Kesehatan Yordania menyebutkan sebanyak 40 orang mengalami luka-luka akibat penembakan tersebut.

Baca: Sidang Umum PBB ke-81, Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh mengatakan serangan itu diduga dilakukan kelompok ekstremis. Namun, pihak berwenang masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan kelompok tertentu, baik di dalam maupun di luar Yordania.

Penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap identitas, motif, serta jaringan yang mungkin berada di balik serangan tersebut.

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Rekaman Memperlihatkan Tiga Orang Bersenjata

Stasiun televisi pemerintah Yordania, Al-Mamlaka, menayangkan rekaman yang diduga berasal dari kamera pengawas di sekitar gereja.

Dalam rekaman tersebut, terlihat tiga orang melepaskan tembakan dari trotoar. Mereka tampak berlindung di balik pepohonan dan tembok rendah sebelum bergerak menuju pintu masuk gereja.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Rekaman itu menjadi salah satu bahan yang dapat membantu aparat dalam mengusut kejadian tersebut.

Pihak berwenang belum mengumumkan penangkapan tersangka dalam laporan yang dirujuk.

Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar

Yordania Serukan Persatuan di Tengah Ancaman Ekstremisme

Penembakan terhadap rumah ibadah tersebut tergolong peristiwa langka di Yordania, negara yang selama ini relatif stabil di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pemerintah menyebut ancaman kelompok militan dan ekstremisme tetap menjadi perhatian aparat keamanan.

Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina

Serangan itu juga mendapat kecaman internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil maupun tempat ibadah tidak dapat diterima.

Pemerintah Yordania kini berupaya mengungkap seluruh fakta di balik penembakan, sekaligus memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan rumah ibadah, serta upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah ancaman ekstremisme. (SM)



Terkait
JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun
JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza,
Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap
Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Targe
Lainnya
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Trump Larang Terbang Semua Boeing 737 MAX di AS
Kebakaran Di Bangladesh, 69 Orang Meninggal Dunia
Akhirnya Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan