Raja Yordania Ancam Hukuman Keras Pelaku Penembakan Gereja yang Tewaskan 7 Orang
KANALSUMATERA.com - YORDANIA – Raja Yordania Abdullah II menegaskan akan memberikan hukuman paling berat kepada para pelaku penembakan di sebuah gereja di wilayah Karak, Yordania. Serangan saat berlangsungnya upacara pemakaman tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (23/10/2026) di Gereja Hamoud, kawasan Karak, Yordania bagian selatan. Insiden tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena menyasar komunitas Kristen di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Dikutip dari laporan Reuters, Sabtu (24/10/2026), Raja Abdullah II mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak akan dibiarkan begitu saja.
Baca: Iran Ancam Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Terkait AS Jika Perang Berlanjut
Raja Abdullah juga menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat Yordania agar aksi kekerasan tidak memicu perpecahan di tengah kehidupan beragama.
Pemerintah Yordania menyatakan aparat keamanan terus memburu para pelaku. Hingga laporan terakhir, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca: Parlemen Malaysia Sindir Indonesia soal Asap dengan Bahasa Jawa: Pak Prabowo, Pripun Kabare?
40 Orang Terluka, Aparat Buru Pelaku
Kepala Direktorat Keamanan Publik Yordania, Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, menjelaskan bahwa sebagian besar korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Menteri Kesehatan Yordania menyebutkan sebanyak 40 orang mengalami luka-luka akibat penembakan tersebut.
Baca: Sidang Umum PBB ke-81, Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh mengatakan serangan itu diduga dilakukan kelompok ekstremis. Namun, pihak berwenang masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan kelompok tertentu, baik di dalam maupun di luar Yordania.
Penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap identitas, motif, serta jaringan yang mungkin berada di balik serangan tersebut.
Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas
Rekaman Memperlihatkan Tiga Orang Bersenjata
Stasiun televisi pemerintah Yordania, Al-Mamlaka, menayangkan rekaman yang diduga berasal dari kamera pengawas di sekitar gereja.
Dalam rekaman tersebut, terlihat tiga orang melepaskan tembakan dari trotoar. Mereka tampak berlindung di balik pepohonan dan tembok rendah sebelum bergerak menuju pintu masuk gereja.
Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat
Rekaman itu menjadi salah satu bahan yang dapat membantu aparat dalam mengusut kejadian tersebut.
Pihak berwenang belum mengumumkan penangkapan tersangka dalam laporan yang dirujuk.
Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar
Yordania Serukan Persatuan di Tengah Ancaman Ekstremisme
Penembakan terhadap rumah ibadah tersebut tergolong peristiwa langka di Yordania, negara yang selama ini relatif stabil di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, pemerintah menyebut ancaman kelompok militan dan ekstremisme tetap menjadi perhatian aparat keamanan.
Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
Serangan itu juga mendapat kecaman internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil maupun tempat ibadah tidak dapat diterima.
Pemerintah Yordania kini berupaya mengungkap seluruh fakta di balik penembakan, sekaligus memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Baca: Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan rumah ibadah, serta upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah ancaman ekstremisme. (SM)
