Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman
KANALSUMATERA.com - YAMAN – Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi mengerahkan sedikitnya 100 jet tempur dalam operasi militer terhadap kelompok Houthi di Yaman. Operasi tersebut menjadi bagian dari dukungan Saudi terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok yang menguasai sejumlah wilayah strategis. Selasa (06/10/2026).
Koalisi Saudi menyebut serangan udara yang dilakukan telah menghancurkan ratusan sasaran yang berkaitan dengan Houthi. Sebanyak 324 "target-target bernilai tinggi" di Yaman diklaim telah dihancurkan sejak operasi militer dimulai.
Operasi tersebut dikenal dengan nama "Fajar Yaman". Pasukan pemerintah Yaman menjalankan operasi di darat, sementara koalisi pimpinan Saudi memberikan dukungan melalui kekuatan udara.
Baca: Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania
Dukungan udara disebut berlangsung sepanjang waktu untuk membantu pasukan pemerintah Yaman di sejumlah titik pertempuran. Koalisi Saudi juga memberikan perlindungan udara di sekitar Selat Bab al-Mandeb, jalur laut strategis yang menjadi penghubung antara Laut Merah, Teluk Aden, dan Samudra Hindia.
Di sisi lain, pasukan pemerintah Yaman mengklaim mengalami kemajuan di sejumlah wilayah. Juru bicara militer Yaman, Letnan Kolonel Majid Abdullah al-Nuzayli, mengatakan pasukannya berhasil menguasai area Bab al-Mandeb.
Baca: Kopilot Flydubai Serang Pilot Pakai Kapak, Identitas dan Dugaan Motif Terungkap
Pasukan pemerintah juga diklaim telah merebut Bandara Dhubab serta memutus jalur penghubung antara Dhubab dan Mocha. Penguasaan kawasan tersebut dinilai penting karena berada di sekitar jalur strategis menuju Laut Merah.
Saudi Klaim Hancurkan Gudang 20 Rudal Balistik
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pasukannya juga menghancurkan sebuah gudang di kawasan pegunungan barat laut Provinsi Saada.
Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel
Gudang tersebut disebut menyimpan sedikitnya 20 rudal balistik. Selain itu, lokasi peluncuran rudal balistik di wilayah Sanaa, ibu kota Yaman, juga diklaim telah dihancurkan oleh koalisi Saudi.
Operasi udara sebelumnya juga menyasar sejumlah fasilitas yang berada di Provinsi Hodeidah, Yaman bagian barat. Wilayah tersebut memiliki pelabuhan penting di pesisir Laut Merah dan masih menjadi salah satu kawasan yang dikuasai Houthi.
Baca: Inggris Mulai Jaga Jarak dengan Israel, Dukungan ke Palestina Makin Tegas
Menurut keterangan koalisi Saudi, serangan di Hodeidah menghantam sejumlah gudang senjata serta fasilitas penyimpanan kapal bermuatan bahan peledak dan ranjau laut. Koalisi juga mengklaim berhasil menggagalkan persiapan serangan terhadap jalur pelayaran di bagian selatan Laut Merah.
Konflik antara pemerintah Yaman dan Houthi telah berlangsung sejak 2014. Arab Saudi kemudian memimpin intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pertempuran sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, konflik kembali meningkat sejak Juli 2026. Koalisi Saudi menyatakan operasi terhadap target-target Houthi yang bergerak masih terus dilakukan. (SM)
