Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Kanama
Selasa, 1 September 2026 12:35:47

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengungkap identitas delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia di tengah perang Rusia-Ukraina. Selasa (01/09/2026).

Informasi tersebut disampaikan FISU melalui pernyataan resminya. Intelijen Ukraina mengklaim telah memperoleh sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses perekrutan dan perjalanan para WNI tersebut ke Rusia.

"Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF," demikian pernyataan FISU.

Baca: Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS di Tengah Konflik dengan Hegseth

Berdasarkan data yang dipublikasikan FISU, kedelapan WNI tersebut berusia antara 29 hingga 47 tahun. Nama-nama yang tercantum dalam dokumen itu yakni:

Yuda Putra Pratama, lahir 9 Agustus 1997.

Baca: Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Target Produksi Minyak 1,5 Juta Barel

Haryanto Dwi Kencana, lahir 14 Juli 1983.

Erwanda, lahir 5 Agustus 1988.

Ngangun Hudri Fadli, lahir 17 September 1978.

Baca: Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaskan Sumber Daya Tetap Berdaulat

Muhammad Syaripudin, lahir 3 Agustus 1994.

M Hadi Maulana, lahir 7 April 1987.

Baca: AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi Sorotan Trump

Wahyu Oktavian Iskandar, lahir 22 Oktober 1985.

Helmi Nuraha Hakim, lahir 27 Januari 1983.

FISU menyebut para WNI tersebut diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan dengan sejumlah iming-iming. Tawaran itu antara lain gaji tinggi, pekerjaan non-tempur, kesempatan memperoleh kewarganegaraan Rusia lebih cepat, serta berbagai tunjangan sosial.

Baca: Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Menteri Pertahanan Baru

"Janji berupa bayaran tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang-sering kali-tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim," tulis FISU.

Menurut FISU, pola perekrutan tersebut sebelumnya juga disebut terjadi terhadap warga negara dari sejumlah negara lain. Sebagian orang yang direkrut dengan tawaran pekerjaan kemudian dilaporkan berakhir di medan perang.

Baca: Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantungan Dolar di Tengah Sanksi AS

Kemlu RI Masih Verifikasi

Pemerintah Indonesia belum menyatakan bahwa seluruh informasi tersebut telah terbukti. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat ini melakukan verifikasi melalui perwakilan Indonesia di Rusia dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan hingga bentuk keterlibatan individu yang disebut dalam laporan tersebut masih harus dipastikan.

Baca: Wapres Tanzania Mundur Usai Bersitegang dengan Presiden, Jadi yang Pertama dalam Sejarah

"Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut," kata Yvonne.

Pemerintah juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan atau eksploitasi apabila para WNI tersebut memang direkrut melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

Baca: PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks Rapper Jadi Sorotan

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut berdasarkan informasi yang diterima dari otoritas intelijen Indonesia, perekrutan tersebut diduga dilakukan melalui negara pihak ketiga dengan modus menawarkan pekerjaan tertentu dan iming-iming gaji besar.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco.

Hingga kini, pemerintah masih menunggu hasil verifikasi untuk memastikan apakah delapan nama yang dirilis FISU benar merupakan WNI yang direkrut dan sejauh mana keterlibatan mereka dalam militer Rusia. (SM)



Lainnya
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Erdogan: Semua Teroris yang Bunuh Muslim Miliki Senjata
Tentara Israel Tembak Mati Gadis Palestina
Siasat Kurangi Keramaian, Tokyo Metro Tawarkan Makanan
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan