Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Kanama
Kamis, 3 September 2026 19:15:26

KANALSUMATERA.com - GAZA CITY – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan sikap keras pemerintahannya terkait operasi militer di Jalur Gaza. Saat mengunjungi pasukan Israel di wilayah tersebut, Netanyahu menyatakan militernya tidak akan meninggalkan posisi yang telah dikuasai. Kamis (03/09/2026).

Netanyahu melakukan kunjungan ke pasukan Israel di Jalur Gaza pada Rabu (02/09/2026) waktu setempat. Kunjungan itu menjadi yang pertama bagi Netanyahu ke Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan pada Oktober 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu mendatangi area yang dikenal sebagai Yellow Line. Garis tersebut menjadi pembatas antara wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Hamas dan kawasan yang dikuasai militer Israel.

Baca: Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Di hadapan para tentaranya, Netanyahu menegaskan Israel akan mempertahankan posisi tersebut.

"Kita menguasai area ini. Kita tidak akan mundur. Kita tetap bertahap di garis ini," tegas Netanyahu dalam pernyataannya.

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Ia juga mengklaim pasukan Israel kini menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza. Netanyahu mengatakan operasi militer akan terus dilanjutkan dengan alasan untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel.

"Kita menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza, dan kita tidak akan berhenti, karena kita terus melenyapkan para teroris yang mengancam kita, hari demi hari," ucap PM Israel tersebut.

Netanyahu Tolak Penarikan Pasukan

Baca: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman

Pernyataan Netanyahu disampaikan ketika tekanan internasional terus mengemuka agar proses perdamaian Gaza memasuki tahap berikutnya. Rencana perdamaian tersebut didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sebelumnya telah menjadi bagian dari upaya mediasi terkait konflik Israel-Hamas.

Namun, Netanyahu tetap mensyaratkan Hamas harus dilucuti sebelum Israel menarik pasukannya dari Gaza. Sikap tersebut membuat prospek penerapan tahap lanjutan rencana perdamaian masih menghadapi tantangan.

Baca: Pilot Flydubai Smit Machchhar Ungkap Perjuangan Melawan Kopilot di Udara

Netanyahu juga mengatakan pemerintahannya berupaya mencapai dua sasaran utama, yakni pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza.

"Kita melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan kita -- melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," ujar Netanyahu.

Ia kemudian menegaskan bahwa Israel masih memiliki pekerjaan yang harus dituntaskan di Gaza.

Baca: Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur Setelah Berbulan-bulan Diguncang Demonstrasi

"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan -- dan kita akan menyelesaikannya," tandasnya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan penarikan pasukan secara penuh. Netanyahu justru menegaskan keberadaan militer Israel di wilayah yang mereka kuasai akan dipertahankan hingga tuntutan terhadap Hamas terpenuhi.

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Di tengah situasi tersebut, seruan untuk melanjutkan proses perdamaian Gaza masih terus berlangsung. Perkembangan sikap Israel dan Hamas menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah konflik serta masa depan gencatan senjata di wilayah tersebut. (SM)



Terkait
Trump Tagih Eropa, Ratusan Miliar Dolar Bantuan Ukraina Bakal Diminta Kembali
Trump Tagih Eropa, Ratusan Miliar Dolar Bantuan Ukraina Bakal Diminta Kembali
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blo
AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker fo
AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi
Lainnya
Tujuh Partai Oposisi Thailand Tuntut Pemerintahan Militer Menyingkir
Tujuh Partai Oposisi Thailand Tuntut Pemerintahan Militer Menyingkir
Setiap Tahun, 100 Ribu Bayi Terbunuh Akibat Perang
Muslim di China Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol
Selfie dengan Ular Kobra, Apa yang Terjadi pada Pria Mu
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Kekayaan Nusantara Jadi Modal Utama
Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Kekayaan Nusantara Jadi Modal Utama
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI J
Politik
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Unggul dari Teddy dan Erick
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Unggul dari Teddy dan Erick
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda