JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Kanama
Jumat, 4 September 2026 07:15:07

KANALSUMATERA.com - Washington – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan bahwa konflik antara negaranya dan Iran belum dapat disebut sebagai perang. Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan kedua negara masih menjadi perhatian dunia internasional. Jumat (04/09/2026).

Vance mengatakan situasi terkini berbeda dengan gambaran perang konvensional karena tidak terdapat aksi tembak-menembak aktif. Meski demikian, hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi tegang.

"Saya tidak akan menyebutnya sebagai perang. Saat ini, tidak ada aksi tembak-menembak yang aktif," kata Vance dalam pengarahan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP.

Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan

Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah AS menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan berakhirnya konflik sebelum pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Vance tidak memberikan kepastian mengenai kapan konflik dengan Iran akan benar-benar berakhir. Ia menilai perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada tindakan Iran dan kondisi di lapangan.

Baca: Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan

Sebelumnya, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah terjadi serangkaian serangan yang berkaitan dengan aktivitas militer dan gangguan terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah.

AS menyatakan operasi militernya juga berkaitan dengan upaya menjaga keamanan lalu lintas kapal serta memastikan jalur energi strategis tetap dapat digunakan. Konflik tersebut telah berlangsung berbulan-bulan dan memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi, termasuk harga energi.

Di sisi lain, Vance menegaskan bahwa pemerintah AS belum membuka ruang negosiasi dengan Iran selama serangan terhadap kapal-kapal komersial masih berlangsung.

Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan

Sikap tersebut menunjukkan bahwa meski Vance menolak menyebut situasi itu sebagai perang, pemerintahan Presiden Donald Trump masih mempertahankan tekanan terhadap Teheran.

Ketidakpastian mengenai durasi konflik juga menjadi persoalan politik bagi pemerintahan Trump. Pemilu sela AS pada November mendatang membuat perkembangan konflik dengan Iran berpotensi menjadi isu penting bagi Partai Republik.

Baca: Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap Peran Angin dan El Nino

Harga energi, keamanan pelayaran, serta dampak konflik terhadap perekonomian Amerika menjadi sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi pandangan publik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.

Dengan kondisi tersebut, pernyataan Vance bahwa konflik AS-Iran bukan perang tidak serta-merta menandakan ketegangan telah berakhir. Washington masih menunggu perubahan sikap Teheran sebelum membuka kembali kemungkinan perundingan. (SM)



Terkait
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaska
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
PM Nepal Balendra Shah Tolak Tim SAR Asing, Sosok Eks R
Lainnya
Harimau Sumatera Mati di Kebun Binatang London saat Dijodohkan dengan Pejantan
Harimau Sumatera Mati di Kebun Binatang London saat Dijodohkan dengan Pejantan
Bintang Dunia Patungan Cari Pesawat Emiliano Sala
Polisi India Tangkap Pemuda Pembunuh dan Peminum Darah
Protes Taksi Online di Korsel, Dua Sopir Tewas Bakar Di
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Rusia Dorong Penguatan Kemitraan Strategis
Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Rusia Dorong Penguatan Kemitraan Strategis
Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bid
Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Easte