JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
KANALSUMATERA.com - Washington – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan bahwa konflik antara negaranya dan Iran belum dapat disebut sebagai perang. Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan kedua negara masih menjadi perhatian dunia internasional. Jumat (04/09/2026).
Vance mengatakan situasi terkini berbeda dengan gambaran perang konvensional karena tidak terdapat aksi tembak-menembak aktif. Meski demikian, hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi tegang.
"Saya tidak akan menyebutnya sebagai perang. Saat ini, tidak ada aksi tembak-menembak yang aktif," kata Vance dalam pengarahan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP.
Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah AS menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan berakhirnya konflik sebelum pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Vance tidak memberikan kepastian mengenai kapan konflik dengan Iran akan benar-benar berakhir. Ia menilai perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada tindakan Iran dan kondisi di lapangan.
Baca: Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan
Sebelumnya, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah terjadi serangkaian serangan yang berkaitan dengan aktivitas militer dan gangguan terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah.
AS menyatakan operasi militernya juga berkaitan dengan upaya menjaga keamanan lalu lintas kapal serta memastikan jalur energi strategis tetap dapat digunakan. Konflik tersebut telah berlangsung berbulan-bulan dan memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi, termasuk harga energi.
Di sisi lain, Vance menegaskan bahwa pemerintah AS belum membuka ruang negosiasi dengan Iran selama serangan terhadap kapal-kapal komersial masih berlangsung.
Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan
Sikap tersebut menunjukkan bahwa meski Vance menolak menyebut situasi itu sebagai perang, pemerintahan Presiden Donald Trump masih mempertahankan tekanan terhadap Teheran.
Ketidakpastian mengenai durasi konflik juga menjadi persoalan politik bagi pemerintahan Trump. Pemilu sela AS pada November mendatang membuat perkembangan konflik dengan Iran berpotensi menjadi isu penting bagi Partai Republik.
Baca: Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap Peran Angin dan El Nino
Harga energi, keamanan pelayaran, serta dampak konflik terhadap perekonomian Amerika menjadi sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi pandangan publik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.
Dengan kondisi tersebut, pernyataan Vance bahwa konflik AS-Iran bukan perang tidak serta-merta menandakan ketegangan telah berakhir. Washington masih menunggu perubahan sikap Teheran sebelum membuka kembali kemungkinan perundingan. (SM)
