AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan

Kanama
Rabu, 2 September 2026 15:37:29

KANALSUMATERA.com - WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker yang disebut milik pemerintah Iran pada Selasa (01/09/2026) waktu setempat. Serangan tersebut menjadi bagian dari operasi militer Washington yang kembali menyasar sejumlah target di Iran.

Dua kapal tanker itu diserang ketika berada di perairan lepas pantai Iran. Aksi tersebut disebut sebagai penerapan kebijakan baru pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang dikenal dengan istilah “tanker for tanker”.

Laporan mengenai serangan tersebut pertama kali diberitakan Axios dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Informasi itu kemudian dilaporkan Anadolu Agency pada Rabu (02/09/2026).

Baca: Pernyataan Jubir Baru Donald Trump soal Toilet China Picu Kontroversi, Ini Duduk Perkaranya

Serangan terhadap kapal tanker Iran ini menjadi perkembangan baru dalam eskalasi konflik AS-Iran. Untuk pertama kalinya, Washington menjadikan kapal tanker Iran sebagai sasaran dalam tindakan balasan atas serangan terhadap kapal yang melintas di kawasan strategis Selat Hormuz.

Sebelumnya, operasi AS terhadap kapal-kapal Iran lebih dikaitkan dengan upaya menegakkan blokade laut. Namun, serangan terbaru menunjukkan perubahan pendekatan Washington dalam menghadapi ancaman terhadap pelayaran komersial di kawasan tersebut.

Baca: Pilot Flydubai Smit Machchhar Ungkap Perjuangan Melawan Kopilot di Udara

AS Klaim Serangan untuk Lindungi Pelayaran

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik AS dan Iran. Jalur perairan tersebut memiliki peran penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Menurut pejabat AS yang dikutip Axios, kebijakan “tanker for tanker” disetujui Trump sebagai langkah untuk mencegah Iran menyerang kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

Dalam serangan tersebut, drone tempur AS disebut meluncurkan rudal yang menghantam bagian ruang mesin kedua kapal tanker Iran.

Kedua kapal tersebut dilaporkan sedang berlabuh di lepas pantai Iran, tepatnya di sebelah utara garis blokade yang diberlakukan oleh angkatan laut AS.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Serangan terhadap kapal tanker itu juga berlangsung di tengah meningkatnya intensitas operasi militer AS terhadap sejumlah sasaran Iran.

Sekitar 100 Target Iran Diserang

Pejabat AS menyebut sekitar 100 sasaran Iran menjadi target serangan pada Selasa (1/9/2026).

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Sasaran tersebut mencakup fasilitas pertahanan udara, sistem radar, aset penyebar ranjau, fasilitas komunikasi, peluncur rudal jelajah antikapal hingga peluncur drone tempur milik Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Komando Pusat AS (CENTCOM) membenarkan adanya gelombang serangan terbaru. Menurut CENTCOM, operasi tersebut diarahkan terhadap unit-unit IRGC yang dinilai mengancam aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia

Washington menyatakan operasi itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengganggu jalur pelayaran internasional.

Seorang pejabat AS bahkan menyebut serangan tersebut telah melemahkan kemampuan Iran dan "memberikan waktu setidaknya satu bulan" dengan tingkat ancaman yang lebih rendah bagi kapal-kapal komersial.

Ketegangan AS-Iran Terus Meningkat

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Serangan terbaru tersebut terjadi setelah AS kembali menggempur sejumlah target Iran sejak akhir pekan. Iran kemudian memberikan respons dengan menyerang fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut membuat Selat Hormuz semakin menjadi pusat ketegangan antara Washington dan Teheran.

Baca: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir di Bandara Miami, Tabrak Kendaraan hingga Terbakar

Kawasan itu sebagian besar telah diblokade selama konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Perselisihan mengenai akses dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz kini menjadi salah satu isu utama dalam konfrontasi kedua negara.

Dengan serangan langsung terhadap dua kapal tanker Iran, kebijakan AS terhadap aktivitas maritim Teheran memasuki fase baru. Washington tidak hanya berupaya mempertahankan blokadenya, tetapi juga mulai menargetkan aset Iran sebagai respons terhadap ancaman terhadap kapal-kapal komersial.

Perkembangan ini berpotensi semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama jika Iran kembali melakukan serangan balasan terhadap aset maupun kapal yang terkait dengan Amerika Serikat. (SM)



Terkait
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blo
Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korba
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
Lainnya
Sosek Malindo Kembali Diaktifkan, Kedua Negara Berkomitmen Bangun Ekonomi Dua Negara Serumpun
Sosek Malindo Kembali Diaktifkan, Kedua Negara Berkomitmen Bangun Ekonomi Dua Negara Serumpun
Pertemuan Sosek Malindo Dimulai, Ini Agenda Penting Aka
100 Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kapal Feri di Irak
Dua Jenazah WNI Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan
Hukum
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupa
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan