Iran Tawarkan Mediasi Konflik Arab Saudi-Houthi, Riyadh dan Sanaa Belum Merespons

Kanama
Rabu, 21 Oktober 2026 07:34:28

KANALSUMATERA.com - TEHERAN – Upaya Iran untuk menjadi mediator dalam konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman belum memperoleh tanggapan dari kedua pihak. Tawaran diplomasi tersebut muncul ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat akibat serangkaian serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi. Rabu (21/10/2026).

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa pemerintahnya belum menerima jawaban dari Riyadh maupun kelompok Houthi terkait usulan untuk memfasilitasi perundingan guna menghentikan pertempuran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Ekhbariya di Irak yang disiarkan pada Selasa (20/10/2026).

Baca: Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong-un Muncul di Pameran Fashion

Iran menyatakan kesediaannya membantu membuka jalur komunikasi antara kedua pihak. Namun, belum adanya respons membuat kelanjutan upaya mediasi tersebut masih belum jelas.

Iran Peringatkan Dampak Intervensi Asing

Baca: Demo Paris Berujung Rusuh, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terlibat

Selain membahas tawaran mediasi, Araghchi turut menanggapi kemungkinan Mesir memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi dalam konflik melawan kelompok Houthi.

Ia memperingatkan bahwa keterlibatan negara lain berpotensi memperumit situasi dan memperbesar risiko konflik di kawasan.

"semakin memperumit situasi".

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Araghchi juga menyebut bahwa pemerintah Mesir sebelumnya telah menyampaikan kepada Teheran bahwa Kairo tidak akan “terlibat langsung” dalam pertempuran di Yaman.

Meski demikian, Mesir sebelumnya menyatakan kesiapannya memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu Arab Saudi mempertahankan keamanan negaranya.

Baca: Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes

Perkembangan ini menjadi perhatian karena keterlibatan negara-negara lain dapat memperluas konflik yang selama ini berpusat di Yaman dan melibatkan kepentingan sejumlah kekuatan regional.

Keputusan Parlemen Mesir Ditunda

Di tengah meningkatnya ketegangan, parlemen Mesir menunda pemungutan suara mengenai kemungkinan pemberian wewenang kepada angkatan bersenjata untuk mendukung Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi.

Baca: Demo Pelajar di Prancis Makin Memanas, 488 Orang Ditangkap dan 43 Aparat Terluka

Pemungutan suara tersebut dijadwalkan kembali pada 26 Oktober 2026.

Keputusan itu menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu dicermati karena langkah Mesir dapat memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

Sementara itu, kelompok Houthi dilaporkan meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi sejak awal Oktober. Situasi tersebut memperbesar kekhawatiran akan terjadinya eskalasi militer yang lebih luas.

Tawaran Mediasi Iran Masih Menunggu Kepastian

Tawaran Iran untuk menengahi konflik Arab Saudi-Houthi berlangsung dalam situasi diplomatik yang rumit. Teheran memiliki hubungan dengan kelompok Houthi, sementara Riyadh memandang serangan terhadap wilayahnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Di sisi lain, belum adanya tanggapan resmi dari kedua pihak terhadap tawaran mediasi Iran membuat peluang perundingan damai belum dapat dipastikan.

Jalur diplomasi masih menjadi salah satu opsi untuk meredakan ketegangan. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada kesediaan pihak-pihak yang bertikai untuk membuka komunikasi dan mencari penyelesaian politik.

Baca: Prabowo Tiba di New Delhi, KTT BRICS Jadi Panggung Strategis Indonesia

Perkembangan selanjutnya, termasuk keputusan parlemen Mesir pada 26 Oktober, berpotensi memengaruhi arah konflik Arab Saudi-Houthi serta stabilitas kawasan Timur Tengah. (SM)



Terkait
Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan
Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan
Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik K
Trump Tagih Eropa, Ratusan Miliar Dolar Bantuan Ukraina
Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sa
Lainnya
Harapan Putri Thailand Jadi Perdana Menteri Pupus
Harapan Putri Thailand Jadi Perdana Menteri Pupus
Remaja Ini Duduga Bunuh Diri Karena Tidak Dibelikan Pon
Bendungan Jebol, 200 Orang Hilang di Brazil
Sayed Abubakar Assegaf Desak Pemerintah RI Bela Muslim
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabung dan Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabung dan Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amra
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekol
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat