KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Kanama
Sabtu, 12 September 2026 20:53:04

KANALSUMATERA.com - NEW DELHI – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. Konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, tekanan perdagangan, hingga persaingan kekuatan global menjadi isu yang membayangi pertemuan para pemimpin negara anggota BRICS. Sabtu (12/09/2026).

KTT yang berlangsung pada 12-13 September 2026 itu dihadiri sejumlah pemimpin penting, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta tuan rumah Perdana Menteri India Narendra Modi.

India menjadi tuan rumah dalam situasi global yang penuh tekanan. Konflik bersenjata di Timur Tengah berdampak terhadap sektor energi dan jalur pelayaran internasional, sementara perang Rusia-Ukraina terus menimbulkan konsekuensi terhadap perdagangan dan keamanan global.

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Kehadiran Iran sebagai anggota BRICS juga membuat isu konflik Timur Tengah menjadi perhatian utama. Di sisi lain, Uni Emirat Arab yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat juga berada di dalam blok tersebut. Kondisi ini membuat BRICS menghadapi tantangan untuk menjaga kesatuan sikap di tengah perbedaan kepentingan para anggotanya.

Dalam deklarasi bersama yang disepakati di New Delhi, negara-negara BRICS menyatakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Mereka menyerukan semua pihak menahan diri dan menghindari langkah yang dapat memperburuk situasi.

Baca: Kopilot Flydubai Serang Pilot Pakai Kapak, Identitas dan Dugaan Motif Terungkap

BRICS juga menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog, konsultasi, dan diplomasi. Para pemimpin negara anggota turut menekankan perlindungan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil dalam situasi perang.

Presiden China Xi Jinping bahkan mendorong BRICS mengambil peran lebih besar sebagai kekuatan yang membantu menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Menurut Xi, perang yang berlangsung saat ini tidak memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat internasional. China menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara BRICS lainnya untuk mendorong upaya perdamaian.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Selain konflik geopolitik, KTT BRICS juga membahas persoalan ekonomi global. Para pemimpin negara anggota menyoroti penerapan tarif dan hambatan perdagangan sepihak yang dinilai dapat mengganggu arus perdagangan internasional.

Penguatan sistem pembayaran lintas batas di luar dominasi sistem keuangan Barat juga menjadi salah satu agenda penting. Selain itu, kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi, serta penguatan ekonomi negara-negara berkembang turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Baca: Inggris Mulai Jaga Jarak dengan Israel, Dukungan ke Palestina Makin Tegas

KTT BRICS kali ini juga menjadi momentum penting bagi hubungan China dan India. Xi Jinping tiba di New Delhi untuk menghadiri pertemuan tersebut, sekaligus melakukan pembicaraan dengan Modi.

Kunjungan Xi merupakan yang pertama ke India dalam tujuh tahun dan dinilai menjadi sinyal membaiknya hubungan kedua negara setelah ketegangan akibat konflik perbatasan pada 2020.

Di tengah berbagai konflik dan perbedaan kepentingan tersebut, BRICS berupaya menunjukkan bahwa blok negara-negara berkembang itu dapat memainkan peran lebih besar dalam menentukan arah tata kelola global.

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

KTT New Delhi akhirnya tidak hanya menjadi forum ekonomi, tetapi juga panggung diplomasi untuk merespons perang, ketegangan geopolitik, perdagangan global, dan perubahan keseimbangan kekuatan dunia. (SM)



Terkait
Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut
Malaysia Tetapkan Darurat Asap, Kemlu RI Tegaskan Penanganan Karhutla Terus Dikebut
Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falk
Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Ora
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Ten
Lainnya
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Nelayan Iran Terdampar di Aceh Dilarang Imigrasi Turun
Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina
Bintang Dunia Patungan Cari Pesawat Emiliano Sala
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar