Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap Peran Angin dan El Nino

Kanama
Rabu, 2 September 2026 13:24:39

KANALSUMATERA.com - Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali berdampak hingga ke negara tetangga. Asap dari sejumlah titik kebakaran di Kalimantan dilaporkan terbawa angin hingga mencapai kawasan Metro Manila, Filipina. Rabu (02/09/2026).

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari ilmuwan atmosfer Filipina. Profesor meteorologi dari UP Institute of Environmental Science and Meteorology, Dr Gerry Bagtasa, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer dan arah angin menjadi faktor utama yang memungkinkan asap bergerak melintasi wilayah yang cukup jauh.

Berdasarkan pengamatan citra satelit, terdapat titik api aktif di sejumlah wilayah Kalimantan bagian barat dan selatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu bersamaan dengan pola angin yang bergerak menuju Filipina.

Baca: Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong-un Muncul di Pameran Fashion

"Tampaknya, kebakaran di sekitar Kalimantan memang cukup besar dalam beberapa hari terakhir. Kebetulan pula, terjadi fenomena angin lintas khatulistiwa," ujar Bagtasa, dikutip dari ABS-CBN News.

Menurut Bagtasa, angin dari belahan bumi selatan bergerak melintasi Laut Jawa dan Laut China Selatan sebelum mencapai sejumlah wilayah Filipina. Pergerakan tersebut memungkinkan partikel asap dari kebakaran di Kalimantan ikut terbawa ke wilayah negara tersebut.

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

"Angin bergerak dari belahan bumi selatan melewati wilayah ini (Laut Jawa dan Laut China Selatan), lalu mengarah ke berbagai wilayah di Filipina. Jadi, kita bisa melihat dari citra satelit bahwa asap kebakaran hutan dari Kalimantan itu sampai ke Filipina," tambahnya.

Bukan Semata Polusi dari Manila

Bagtasa menilai memburuknya kualitas udara di Metro Manila tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan emisi kendaraan dan aktivitas industri setempat.

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

Menurutnya, angin yang cukup kuat biasanya membantu menyebarkan polutan yang berasal dari sumber lokal. Namun, kondisi atmosfer saat ini justru memungkinkan polutan dari wilayah yang lebih jauh ikut masuk ke Filipina.

Salah satu faktor yang berperan adalah angin muson barat daya atau Habagat. Pola angin tersebut membawa massa udara dari kawasan Indonesia menuju Filipina.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

Kondisi Habagat disebut semakin kuat akibat keberadaan dua topan yang berada di sekitar timur Taiwan dan selatan Hong Kong. Fenomena El Nino juga turut memengaruhi kondisi atmosfer yang memungkinkan asap bergerak lebih jauh.

"Topan dan El Nino ini menarik angin Habagat dan bersamaan dengan itu, emisi dari kebakaran di Kalimantan," kata Bagtasa dikutip dari South China Morning Post.

Minim Hujan Membuat Asap Lebih Mudah Menyebar

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Selain arah angin, minimnya curah hujan dan rendahnya kelembapan di sepanjang jalur pergerakan asap turut menjadi faktor penting.

Bagtasa menjelaskan, kondisi tersebut membuat asap yang terbawa angin tidak banyak mengalami hambatan. Akibatnya, partikel polutan dapat menyebar hingga wilayah yang lebih jauh dari sumber kebakaran.

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Ia juga memperkirakan terdapat interaksi sejumlah sistem cuaca di bagian utara Filipina. Dua sistem cuaca yang berada berdekatan dapat saling berputar dan memperlambat pergerakannya sehingga pola angin bertahan lebih lama.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsentrasi partikel di udara Filipina, meskipun polusi dari aktivitas lokal juga tetap memberikan kontribusi.

Kabut Asap Diprediksi Bertahan Sepekan

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Dampak kabut asap kini dirasakan di kawasan Metro Manila. Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam setempat memperingatkan kualitas udara berada pada kategori "sangat tidak sehat".

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan masker N95 ketika beraktivitas di luar ruangan.

Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina

Bagtasa memperkirakan kondisi kabut asap di Metro Manila masih dapat bertahan hingga sekitar satu pekan. Ia juga menyebut fenomena asap dari Indonesia yang mencapai Filipina bukan kejadian baru.

Pada 2015, asap kebakaran dari Indonesia juga pernah mencapai Filipina. Menurut Bagtasa, kondisi tersebut bukan merupakan bencana alam, melainkan berkaitan dengan aktivitas manusia yang memicu kebakaran hutan dan lahan.

Peristiwa terbaru ini kembali menunjukkan bahwa dampak karhutla Indonesia tidak berhenti di wilayah tempat kebakaran terjadi. Ketika kondisi angin, kelembapan, curah hujan, dan sistem cuaca mendukung, asap dapat bergerak melintasi batas negara dan memengaruhi kualitas udara di kawasan Asia Tenggara. (SM)



Terkait
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker fo
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balisti
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
Lainnya
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Hari Ini, Brunei Resmi Berlakukan Hukum Rajam Bagi Pezi
Tornado Terjang AS, 23 Orang Tewas
Remaja Ini Duduga Bunuh Diri Karena Tidak Dibelikan Pon
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hingga Judi Online
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hingga Judi Online
Wisuda Politeknik Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lulusan Ku
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Tr
Nasional
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhutla Dharmasraya
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhutla Dharmasraya
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekol
Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia,
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar