Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Tangkap Sara Duterte, Kasus Ancam Presiden Jadi Sorotan

Kanama
Jumat, 4 September 2026 16:59:46

KANALSUMATERA.com - MANILA – Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menghadapi tekanan hukum yang semakin serius. Pengadilan tingkat pertama Filipina menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Sara pada Jumat (04/09/2026), terkait perkara dugaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.

Surat perintah tersebut diterbitkan dalam perkara yang memuat tiga dakwaan ancaman serius. Pengadilan juga menetapkan uang jaminan sebesar 120.000 peso Filipina atau sekitar Rp33,7 juta untuk masing-masing dakwaan.

Sara Duterte merupakan putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Kasus hukum yang kini dihadapinya berawal dari pernyataan yang disampaikan pada November 2024.

Baca: Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes

Saat itu, Sara mengatakan dirinya telah berbicara dengan seorang pembunuh bayaran dan memerintahkannya untuk membunuh Presiden Marcos Jr., istrinya, serta sepupunya yang ketika itu menjabat Ketua DPR, apabila dirinya dibunuh.

Namun, Sara kemudian membantah telah mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap Marcos Jr. dan dua orang lainnya.

Baca: Selain Palestina, Kondisi Minoritas Muslim India Jadi Sorotan BKSAP DPR RI di Sidang IPU Tanzania

Pihak Sara juga menyatakan sang wakil presiden tidak berniat menghindari proses hukum yang sedang berjalan.

"Terlepas dari persoalan yurisdiksi, dia tidak berniat menghindari hukum dan akan terus menempuh segala upaya hukum yang tersedia baginya," ujar pengacara Sara dalam sebuah pernyataan.

Berkaitan dengan Proses Pemakzulan

Baca: Sidang Umum PBB ke-81, Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia

Kasus dugaan ancaman tersebut tidak hanya bergulir melalui jalur pidana. Tuduhan yang sama juga menjadi salah satu materi dalam proses pemakzulan Sara Duterte di Senat Filipina.

Senat saat ini menjalankan fungsi sebagai pengadilan pemakzulan dalam perkara tersebut. Jika dinyatakan bersalah, Sara berpotensi kehilangan jabatan sebagai wakil presiden.

Baca: KTT BRICS New Delhi Dibayangi Perang, Ketegangan Global Makin Memanas

Putusan pemakzulan juga dapat berdampak terhadap ambisi politik Sara yang telah menyatakan rencana maju dalam pemilihan presiden Filipina 2028.

Dengan demikian, penerbitan surat perintah penangkapan menambah tekanan hukum dan politik yang sedang dihadapi Sara menjelang agenda politik besar tersebut.

Hadapi Dugaan Penyalahgunaan Dana Publik

Baca: Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Dukung Langkah Inggris Tekan Israel

Selain perkara dugaan ancaman terhadap Presiden Marcos, Sara Duterte juga menghadapi kasus lain terkait dugaan penyalahgunaan dana publik.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan masa jabatannya sebagai wakil presiden serta ketika dirinya menjabat Menteri Pendidikan Filipina.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Sara telah membantah melakukan pelanggaran hukum dalam perkara tersebut.

Perkembangan terbaru ini membuat posisi politik Sara Duterte semakin tertekan. Di satu sisi, proses pidana atas dugaan ancaman terus berjalan, sementara di sisi lain proses pemakzulan di Senat juga masih menjadi ancaman terhadap kelanjutan karier politiknya. (SM)



Terkait
Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosia
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blo
Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai R
Lainnya
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Akibat Virus Corona, Arab Saudi Larang Keluar Masuk Ker
PBB Tunggu Pemerintah Indonesia Beri Akses Ke Papua
Balita Jatuh di Sumur 107 Meter
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I