Seniman Riau Tampil di Istana Budaya Malaysia, Sejarah Kampar Mendunia Lewat Teater Bangsawan
KANALSUMATERA.com - KUALA LUMPUR – Seni dan budaya Melayu Riau kembali mendapat panggung di tingkat internasional. Sejumlah seniman asal Pekanbaru yang tergabung dalam Rumah Budaya Tengku Mahkota berhasil tampil dalam pertunjukan teater kolosal di Istana Budaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Rabu (04/11/2026).
Kehadiran seniman Riau dalam pementasan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni peran, tetapi juga membawa sejarah dan identitas budaya Kampar ke hadapan masyarakat internasional melalui lakon teater Bangsawan Beting Beras Basah.
Pertunjukan yang digarap Pertubuhan Warisan Moraza itu berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (01/11/2026). Produksi berskala besar tersebut melibatkan ratusan pekerja seni, mulai dari aktor, penata artistik hingga tim teknis.
Baca: Partai Ben Gvir Jeblok di Pemilu Israel, Kini Desak Pemimpin Partai Arab Ditangkap
Pementasan ini juga mendapat perhatian sejumlah tokoh penting Malaysia. Di antara tamu kehormatan yang hadir adalah Timbalan Perdana Menteri Malaysia I, Datuk Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, serta sejumlah anggota keluarga kerajaan dan pejabat pemerintahan negeri.
Sejarah Pekan Tua Kampar Diangkat ke Panggung Internasional
Baca: Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Teken Kesepakatan Pertahanan Badr
Salah satu hal menarik dari pertunjukan tersebut adalah pengangkatan sejarah Pekan Tua yang berada di wilayah Kampar, Provinsi Riau, sebagai latar cerita.
Melalui seni teater tradisional Melayu, kisah sejarah tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk pertunjukan yang memadukan dialog, karakter tokoh, serta visualisasi panggung.
Tiga seniman Riau mendapat kepercayaan untuk memerankan tokoh penting dalam pementasan tersebut. Pimpinan Rumah Budaya Tengku Mahkota, Muhammad Rezza Akmal, dipercaya memainkan karakter Megat Terawis.
Baca: Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Migrasi dan Islam
Sementara itu, Arif Nurhakim memerankan Bendahara Tun Ishak Barakah dan M Khadafie menghidupkan karakter Tun Sangsura.
Keterlibatan ketiganya menjadi representasi kontribusi seniman Riau dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan kebudayaan Melayu kepada masyarakat lintas negara.
Baca: Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur Setelah Berbulan-bulan Diguncang Demonstrasi
Rezza Akmal: Membawa Identitas Melayu Riau ke Ruang Lebih Luas
Pimpinan Rumah Budaya Tengku Mahkota, Muhammad Rezza Akmal, menyampaikan bahwa kesempatan tampil di Istana Budaya merupakan pengalaman penting sekaligus kebanggaan bagi para seniman Riau.
"Bagi kami, ini bukan sekadar kesempatan untuk tampil di Istana Budaya, melainkan sebuah langkah nyata membawa identitas kebudayaan Melayu Riau ke ruang yang lebih luas. Terlebih, cerita yang diangkat memiliki latar Pekan Tua yang sangat dekat dengan daerah asal kami," jelas Pimpinan Rumah Budaya Tengku Mahkota, Muhammad Rezza Akmal.
Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB
Menurut Rezza, keterlibatan dalam produksi teater berskala internasional tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi para seniman untuk memahami proses kerja pertunjukan profesional sekaligus memperluas hubungan dan jaringan kesenian antarnegara.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pertubuhan Warisan Moraza atas kepercayaan yang diberikan kepada komunitas seni dari Riau untuk menjadi bagian dari produksi tersebut.
Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan
Rezza menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi melalui kegiatan seni yang terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Tradisi tidak akan terus hidup jika hanya disimpan sebagai kenangan. Ia membutuhkan ruang untuk dipelajari, dimainkan, dikembangkan, dan diwariskan," pungkasnya.
Penampilan seniman Pekanbaru di Istana Budaya Malaysia ini menjadi salah satu upaya memperluas pengenalan seni pertunjukan Melayu Riau di tingkat internasional.
Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Lebih dari sekadar pertunjukan, pengangkatan sejarah Pekan Tua Kampar menjadi pengingat bahwa kekayaan sejarah dan budaya daerah memiliki potensi besar untuk diperkenalkan melalui berbagai ruang ekspresi seni dunia.
Dengan keterlibatan seniman daerah dalam produksi lintas negara, budaya Melayu Riau diharapkan semakin dikenal sekaligus memperoleh ruang pengembangan yang lebih luas. (SM)
