Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan yang disebut Teheran menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menegaskan Iran akan membalas kematian warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (04/09/2026).
Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam di kota pesisir Kuhestak, wilayah yang berada di sepanjang Selat Hormuz. Insiden itu berlangsung setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan IRGC.
Otoritas Iran menyatakan sedikitnya empat orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak. Sebanyak 68 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pejabat Iran kemudian menyebut insiden itu sebagai "kejahatan perang."
Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun
AS Bantah Menargetkan Warga Sipil
Amerika Serikat belum memberikan tanggapan langsung terkait tuduhan bahwa serangan mereka mengenai pesta pernikahan tersebut.
Namun, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa operasi militer AS tidak ditujukan kepada masyarakat sipil.
Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
"militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil."
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Washington dan Teheran yang berpusat di sekitar wilayah strategis Selat Hormuz.
Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam konflik sejak akhir Februari. Serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari disebut Iran menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.
Gencatan senjata yang berlangsung pada April memang mengakhiri fase awal pertempuran besar. Namun, bentrokan sporadis tetap terjadi, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Iran Balas Serangan AS
Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Pada Minggu (30/08/2026), militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah peluncur roket Iran di Pulau Larak, wilayah lepas pantai selatan Iran.
Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran kembali menebar ranjau laut di Selat Hormuz.
Baca: Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Rangkaian serangan balasan itu menunjukkan konflik kedua negara masih jauh dari mereda. Situasi semakin sensitif karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.
Ancaman terbaru dari pimpinan IRGC juga berpotensi memperlebar konflik apabila Iran benar-benar menjalankan aksi balasan atas serangan yang menewaskan warga di pesta pernikahan tersebut.
Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Hingga kini, kedua pihak masih mempertahankan versi masing-masing mengenai sasaran dan dampak operasi militer yang berlangsung di kawasan tersebut. (SM)
