Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas

Kanama
Jumat, 4 September 2026 18:54:28

KANALSUMATERA.com - Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan yang disebut Teheran menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.

Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menegaskan Iran akan membalas kematian warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (04/09/2026).

Baca: Demo Paris Berujung Rusuh, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terlibat

Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam di kota pesisir Kuhestak, wilayah yang berada di sepanjang Selat Hormuz. Insiden itu berlangsung setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan IRGC.

Otoritas Iran menyatakan sedikitnya empat orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak. Sebanyak 68 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pejabat Iran kemudian menyebut insiden itu sebagai "kejahatan perang."

Baca: Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

AS Bantah Menargetkan Warga Sipil

Amerika Serikat belum memberikan tanggapan langsung terkait tuduhan bahwa serangan mereka mengenai pesta pernikahan tersebut.

Namun, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa operasi militer AS tidak ditujukan kepada masyarakat sipil.

Baca: Pilot Flydubai Smit Machchhar Ungkap Perjuangan Melawan Kopilot di Udara

"militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil."

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Washington dan Teheran yang berpusat di sekitar wilayah strategis Selat Hormuz.

Baca: Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur Setelah Berbulan-bulan Diguncang Demonstrasi

Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam konflik sejak akhir Februari. Serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari disebut Iran menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Gencatan senjata yang berlangsung pada April memang mengakhiri fase awal pertempuran besar. Namun, bentrokan sporadis tetap terjadi, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Iran Balas Serangan AS

Baca: Sidang Umum PBB ke-81, Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia

Pada Minggu (30/08/2026), militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah peluncur roket Iran di Pulau Larak, wilayah lepas pantai selatan Iran.

Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran kembali menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Baca: Trump Kembali Berulah, Nama New Mexico Diusulkan Jadi New America

Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Rangkaian serangan balasan itu menunjukkan konflik kedua negara masih jauh dari mereda. Situasi semakin sensitif karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.

Ancaman terbaru dari pimpinan IRGC juga berpotensi memperlebar konflik apabila Iran benar-benar menjalankan aksi balasan atas serangan yang menewaskan warga di pesta pernikahan tersebut.

Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun

Hingga kini, kedua pihak masih mempertahankan versi masing-masing mengenai sasaran dan dampak operasi militer yang berlangsung di kawasan tersebut. (SM)



Terkait
Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosia
Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap
Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Targe
Lainnya
DPR RI: Genosida Israel ke Gaza Benar Terjadi, Netanyahy Harus Ditangkap Segera
DPR RI: Genosida Israel ke Gaza Benar Terjadi, Netanyahy Harus Ditangkap Segera
Uang di Rekening Korban Habis, Perampok Iba Kembalikan
India akan Bangun Kuil di Atas Reruntuhan Masjid
Mobil Bekas Kecelakaan Tanpa Roda Ini Dijual Rp 1,6 M
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
BNNK Pelalawan Gandeng Tiga OPD Berdayakan Mantan Penyalahguna Narkoba
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupa
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda