Iran Ancam Balas Serangan AS di Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas

Kanama
Jumat, 4 September 2026 18:54:28

KANALSUMATERA.com - Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan yang disebut Teheran menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.

Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menegaskan Iran akan membalas kematian warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (04/09/2026).

Baca: Inggris Murka, Anak Netanyahu Ikut Campur Sengketa Falkland dengan Argentina

Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam di kota pesisir Kuhestak, wilayah yang berada di sepanjang Selat Hormuz. Insiden itu berlangsung setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan IRGC.

Otoritas Iran menyatakan sedikitnya empat orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak. Sebanyak 68 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pejabat Iran kemudian menyebut insiden itu sebagai "kejahatan perang."

Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun

AS Bantah Menargetkan Warga Sipil

Amerika Serikat belum memberikan tanggapan langsung terkait tuduhan bahwa serangan mereka mengenai pesta pernikahan tersebut.

Namun, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa operasi militer AS tidak ditujukan kepada masyarakat sipil.

Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran

"militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil."

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Washington dan Teheran yang berpusat di sekitar wilayah strategis Selat Hormuz.

Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam konflik sejak akhir Februari. Serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari disebut Iran menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Gencatan senjata yang berlangsung pada April memang mengakhiri fase awal pertempuran besar. Namun, bentrokan sporadis tetap terjadi, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Iran Balas Serangan AS

Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Pada Minggu (30/08/2026), militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah peluncur roket Iran di Pulau Larak, wilayah lepas pantai selatan Iran.

Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran kembali menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Baca: Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142

Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Rangkaian serangan balasan itu menunjukkan konflik kedua negara masih jauh dari mereda. Situasi semakin sensitif karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.

Ancaman terbaru dari pimpinan IRGC juga berpotensi memperlebar konflik apabila Iran benar-benar menjalankan aksi balasan atas serangan yang menewaskan warga di pesta pernikahan tersebut.

Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas

Hingga kini, kedua pihak masih mempertahankan versi masing-masing mengenai sasaran dan dampak operasi militer yang berlangsung di kawasan tersebut. (SM)



Terkait
Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai Rp17.732 Triliun
Taliban Rayu AS Investasi Mineral Afghanistan Senilai Rp17.732 Triliun
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Ten
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaska
Lainnya
Sosek Malindo Kembali Diaktifkan, Kedua Negara Berkomitmen Bangun Ekonomi Dua Negara Serumpun
Sosek Malindo Kembali Diaktifkan, Kedua Negara Berkomitmen Bangun Ekonomi Dua Negara Serumpun
Di Oxford, Menteri Yasonna bicara soal Human Dignity
Lima Tahun Berlalu, Keluarga Masih Menanti Kepastian Na
Pertumbuhan Ekonomi China Melambat, Terendah Selama 28
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Kriminal
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini