Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
KANALSUMATERA.com - Teheran – Jumlah korban jiwa akibat rangkaian serangan militer Amerika Serikat (AS) di sejumlah wilayah Iran dilaporkan kembali bertambah. Sedikitnya 19 orang tewas dalam serangan tersebut, yang terdiri dari personel militer dan warga sipil. Kamis (03/09/2026).
Laporan mengenai jumlah korban itu disampaikan media pemerintah Iran. Serangan AS dilaporkan terjadi di beberapa provinsi, termasuk wilayah Khuzestan, Hormozgan, Kermanshah, serta sejumlah daerah lainnya.
Di Provinsi Khuzestan, Wakil Gubernur bidang keamanan dan penegakan hukum, Valiollah Hayati, menyebut sedikitnya tujuh orang meninggal dunia. Selain itu, delapan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam wilayah barat daya Iran.
Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan
Serangan lainnya dilaporkan terjadi di Pulau Lavan, wilayah selatan Iran. Kantor berita Mehr melaporkan tiga anggota pasukan sukarelawan Basij dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tewas dalam serangan tersebut.
Sementara itu, di Provinsi Kermanshah, empat personel divisi Dirgantara IRGC dilaporkan menjadi korban tewas akibat serangan AS.
Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran
Seorang anggota pasukan komando Iran bernama Malek Mousavi-Tabar juga dilaporkan meninggal dunia. Ia tewas ketika menjalankan operasi untuk menghadang pergerakan drone yang disebut menyusup di Distrik Bahmai, Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad.
Serangan Hantam Acara Pernikahan
Dampak paling mengkhawatirkan terjadi di Provinsi Hormozgan. Serangan AS dilaporkan menghantam sebuah acara pernikahan di Distrik Sirik.
Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu
Otoritas setempat melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 68 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Korban di lokasi itu termasuk seorang anak berusia empat tahun, seorang remaja, serta dua perempuan.
Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah
Kementerian Kesehatan Iran juga memberikan pembaruan mengenai jumlah korban luka. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyebut sekitar 142 orang mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan AS.
Dari jumlah tersebut, 61 korban merupakan perempuan, sementara 44 korban lainnya adalah laki-laki berusia di bawah 18 tahun.
Kermanpour sebelumnya menyampaikan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangkaian serangan AS. Laporan terbaru kemudian menyebut angka korban meninggal mencapai sedikitnya 19 orang.
Baca: Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan
AS Klaim Serangan Sasar Target Militer Iran
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran militer Iran.
Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan
CENTCOM melalui media sosial X menyebut pasukannya "berhasil menyelesaikan gelombang serangan terhadap target-target militer Iran".
Militer AS mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah mendeteksi "upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika".
Hingga laporan ini disusun, militer AS belum memberikan komentar mengenai laporan korban sipil akibat serangan tersebut.
Baca: Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Pakar Ungkap Peran Angin dan El Nino
Iran Balas Serang Posisi Militer AS
Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca: Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan menargetkan pangkalan serta aset militer AS yang berada di Yordania, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.
Situasi tersebut semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, dengan serangkaian serangan dan aksi balasan berlangsung di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah. (SM)
