Trump Tagih Eropa, Ratusan Miliar Dolar Bantuan Ukraina Bakal Diminta Kembali

Kanama
Sabtu, 5 September 2026 13:23:42

KANALSUMATERA.com - WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menekan negara-negara Eropa terkait pembiayaan perang Rusia-Ukraina. Trump menyatakan Washington akan meminta Eropa mengganti biaya bantuan militer dan amunisi yang sebelumnya diberikan Amerika Serikat kepada Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosialnya pada Kamis (03/09/2026). Ia menilai negara-negara Eropa seharusnya ikut menanggung biaya bantuan yang selama ini diberikan Washington kepada Ukraina dan NATO.

"Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO, secara cuma-cuma, yang akan dibayar Eropa - jika mereka hanya diminta. Tapi kami akan meminta uang itu, meskipun agak terlambat,” kata Trump lewat akun Social Truth pribadinya pada Kamis (03/09/2026).

Baca: Demo Pelajar di Prancis Makin Memanas, 488 Orang Ditangkap dan 43 Aparat Terluka

Trump tidak merinci negara Eropa mana saja yang nantinya akan diminta membayar kembali dana tersebut. Namun, tuntutan itu mempertegas sikap pemerintahannya yang ingin menggeser lebih banyak beban pembiayaan pertahanan Ukraina kepada sekutu Eropa.

AS Klaim Telah Gelontorkan Puluhan Miliar Dolar

Baca: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur, Ratusan Target Houthi Jadi Sasaran di Yaman

Berdasarkan data yang dikutip dari laporan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyebut Washington telah menyediakan bantuan militer sekitar 66,9 miliar dolar AS kepada Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari 2022.

Jika dihitung sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai pada 2014, total bantuan militer AS kepada Ukraina disebut mencapai sekitar 69,7 miliar dolar AS.

Angka tersebut menjadi salah satu dasar perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menanggung biaya dukungan militer terhadap Kyiv.

Baca: Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur Setelah Berbulan-bulan Diguncang Demonstrasi

Trump selama ini konsisten mempertanyakan besarnya kontribusi Amerika Serikat dalam mendukung Ukraina. Pemerintahannya juga mendorong negara-negara Eropa agar mengambil porsi lebih besar dalam pembiayaan pertahanan dan bantuan untuk Kyiv.

Persoalan Bantuan Muncul di Tengah Tekanan Stok Senjata AS

Baca: Profesor Biao Xiang Jadi Idola Gen Z China, Bahas Kecemasan Anak Muda

Tuntutan Trump datang ketika Amerika Serikat juga menghadapi persoalan terkait persediaan amunisi dan kebutuhan meningkatkan produksi senjata.

Dalam pernyataan terpisah, Trump mengatakan sebagian amunisi Amerika kini diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. Ia menegaskan penjualan senjata kepada negara sekutu akan kembali dilakukan.

"Kami mengambilnya untuk diri kami sendiri, AS, alih-alih menjualnya kepada pihak lain. Namun, penjualan kepada sekutu akan segera dimulai kembali," ujar Trump.

Baca: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Balasan atas Sanksi Permukiman Tepi Barat

Kebijakan tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan Washington dalam mengelola persediaan senjata, terutama setelah Amerika Serikat terlibat dalam konflik lain yang meningkatkan kebutuhan amunisi.

Sebelumnya, AS dan NATO juga menjalankan skema Prioritised Ukraine Requirements List (PURL), yang memungkinkan negara-negara Eropa membiayai pembelian persenjataan produksi Amerika untuk kemudian dikirim ke Ukraina.

Baca: Teluk Persia Memanas, Iran Peringatkan Keras Pergerakan Militer Korea Selatan

Utusan Trump Bergerak untuk Cari Jalan Keluar Perang

Di tengah polemik pembiayaan tersebut, diplomasi Amerika Serikat terkait perang Rusia-Ukraina juga terus bergerak.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner dijadwalkan melakukan perjalanan ke Moskow dan Kyiv untuk membahas kemungkinan penyelesaian perang.

Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

Langkah diplomatik itu menambah dimensi baru dalam kebijakan Trump terhadap Ukraina. Di satu sisi Washington mendorong Eropa mengambil porsi pembiayaan lebih besar, sementara di sisi lain pemerintahan Trump berusaha membuka kembali jalur negosiasi untuk mengakhiri perang.

Bagi Eropa, tuntutan pembayaran kembali tersebut berpotensi menjadi isu sensitif karena dukungan terhadap Ukraina selama ini merupakan bagian penting dari strategi keamanan kawasan menghadapi Rusia.

Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Dengan demikian, pernyataan terbaru Trump bukan sekadar soal tagihan bantuan. Kebijakan tersebut berpotensi mengubah pola pembagian beban antara Amerika Serikat dan Eropa dalam menghadapi perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. (SM)



Terkait
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan
Prabowo di Depan Putin Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok dan Hormati Semua Kekuatan
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela, Rodriguez Tegaska
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
Lainnya
Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln
Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln
Tujuh Partai Oposisi Thailand Tuntut Pemerintahan Milit
Malaysia Batalkan Proyek KA Cina
Langgar Privasi, Prancis Denda Google Rp 800 Miliar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda