Ratusan Warga Israel Desak Partai Yahudi-Arab Bersatu untuk Kalahkan Netanyahu

Kanama
Jumat, 30 Oktober 2026 10:21:19

KANALSUMATERA.com - JERUSALEM – Ratusan warga Israel menggelar demonstrasi di sejumlah kota untuk mendesak partai-partai politik Yahudi dan Arab membentuk koalisi pemerintahan bersama. Aksi tersebut bertujuan mendorong terbentuknya kekuatan politik baru yang mampu mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Demonstrasi yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) itu menjadi gambaran meningkatnya desakan masyarakat agar kelompok oposisi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi pemerintahan Netanyahu.

Mengutip laporan media Israel, Haaretz, aksi unjuk rasa digelar di tiga lokasi, yakni Paris Square di Yerusalem, Unesco Square di Haifa, serta Taman Mesila di Tel Aviv.

Baca: Lula da Silva Menang Pilpres Brasil 2026, Amankan Masa Jabatan Keempat

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa spanduk yang menyuarakan persatuan antarkelompok masyarakat. Beberapa di antaranya bertuliskan "Ya, untuk pemerintahan Yahudi-Arab" dan "Kebebasan untuk semua, from river to the sea".

Tuntutan tersebut muncul di tengah situasi politik Israel yang belum menemukan kepastian setelah pemilihan umum. Hasil sementara menunjukkan tidak ada kelompok politik yang berhasil memperoleh mayoritas kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Baca: Parlemen Malaysia Sindir Indonesia soal Asap dengan Bahasa Jawa: Pak Prabowo, Pripun Kabare?

Partai Arab Berpotensi Jadi Penentu Pemerintahan

Berdasarkan data sementara Komite Pusat Pemilihan Israel hingga Kamis (29/10/2026) sore WIB, penghitungan suara telah mencapai 90,4 persen.

Hasil sementara memperlihatkan blok politik Netanyahu memperoleh 52 kursi. Sementara itu, Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot mendapatkan 48 kursi.

Baca: Iran Tawarkan Mediasi Konflik Arab Saudi-Houthi, Riyadh dan Sanaa Belum Merespons

Di sisi lain, partai-partai Arab Israel berhasil mengumpulkan total 20 kursi. Rinciannya, Joint List memperoleh 12 kursi, sedangkan Ra'am mendapatkan delapan kursi.

Perolehan tersebut menjadikan partai-partai Arab sebagai kekuatan penting dalam menentukan arah pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.

Baca: Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong-un Muncul di Pameran Fashion

Untuk membentuk pemerintahan mayoritas, setiap koalisi harus mengamankan sedikitnya 61 kursi dari total 120 kursi Knesset.

Ahmad Tibi Buka Peluang Koalisi dengan Oposisi

Peluang kerja sama antara partai Arab dan kelompok oposisi semakin terbuka setelah Ahmad Tibi menyatakan kesediaan Joint List menjalin komunikasi dengan blok perubahan.

Baca: Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Blok perubahan merupakan kelompok oposisi yang terdiri dari Partai Yashar, Yesh Atid pimpinan Yair Lapid, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, Beyachad pimpinan Naftali Bennett, serta Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.

Tibi menilai tingginya partisipasi pemilih Arab dalam pemilu kali ini menjadi momentum penting bagi kekuatan politik yang dipimpinnya.

Baca: Demo Paris Berujung Rusuh, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terlibat

"Partisipasi pemilih Arab yang sangat tinggi merupakan pencapaian bersejarah bagi Joint List. Aliansi ini menjawab seruan masyarakat untuk bersatu dan membuktikan bahwa mereka merupakan kekuatan penentu yang tanpanya perubahan mustahil terwujud," kata Tibi dalam pernyataan tertulis yang diterima Anadolu Agency.

Ia juga menegaskan kesiapan partainya untuk bekerja sama dengan kelompok oposisi guna mengakhiri pemerintahan Netanyahu bersama Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

"Kami mengulurkan tangan kepada 'blok perubahan' untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu-Ben-Gvir, yang akan diawali dengan pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana," tambahnya.

Baca: Profesor Biao Xiang Jadi Idola Gen Z China, Bahas Kecemasan Anak Muda

Masa Depan Politik Netanyahu Masih Dipertaruhkan

Situasi politik Israel kini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Belum tercapainya angka mayoritas oleh dua kelompok politik utama membuka peluang bagi partai-partai Arab untuk memainkan peran strategis dalam pembentukan koalisi.

Baca: Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mulai Pidato di PBB

Dukungan dari Joint List dan Ra'am berpotensi menjadi faktor penentu bagi kelompok oposisi apabila mampu membangun kesepakatan politik.

Namun, proses pembentukan pemerintahan masih bergantung pada negosiasi dan kesepakatan antarpartai. Hasil akhir pemilu serta konfigurasi koalisi akan menentukan apakah Benjamin Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaannya atau harus menyerahkan jabatan perdana menteri kepada pemerintahan baru.

Dengan demikian, perkembangan politik Israel pascapemilu menjadi perhatian internasional, terutama terkait peluang terbentuknya pemerintahan yang melibatkan kekuatan politik Yahudi dan Arab. (SM)



Terkait
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
Dan Driscoll Mundur dari Sekretaris Angkatan Darat AS d
AS Pertimbangkan Ubah Sikap soal Falkland, Inggris Jadi
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Lainnya
OKI akan Bawa Kasus Rohingya ke Pengadilan Internasional
OKI akan Bawa Kasus Rohingya ke Pengadilan Internasional
Tenggak Miras Palsu, 100 Lebih Warga India Tewas
Pasca Kecelakaan, Pangeran Philip Serahkan SIM ke Polis
Pilih Raja Malaysia yang Baru, Para Sultan Berkumpul
Nasional
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Capres-Cawapres
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung