Kopilot Flydubai Serang Pilot Pakai Kapak, Identitas dan Dugaan Motif Terungkap

Kanama
Senin, 5 Oktober 2026 21:03:28

KANALSUMATERA.com - ABU DHABI – Insiden menegangkan terjadi dalam penerbangan Flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv. Seorang kopilot diduga menyerang pilot utama menggunakan kapak darurat di dalam kokpit dan berupaya mengambil alih kendali pesawat. Senin (05/10/2026).

Pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 tersebut membawa lebih dari 170 orang. Sekitar dua setengah jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional Dubai, pesawat tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian hingga sekitar 17.000 kaki atau 5.200 meter.

Situasi semakin genting setelah pesawat mengirimkan kode darurat 7700, kemudian berubah menjadi kode 7500 yang menandakan adanya gangguan atau pembajakan.

Baca: Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur Setelah Berbulan-bulan Diguncang Demonstrasi

Jaksa Agung Uni Emirat Arab (UEA), Hamad Saif Al Shamsi, menyebut kopilot tersebut melakukan serangan terhadap pilot dan berusaha mengambil alih kendali pesawat dalam apa yang disebut sebagai "aksi terorisme".

Kapten Smit Machchhar, pilot asal India yang menjadi korban, mengalami luka dalam serangan tersebut. Meski terluka, ia berupaya membuka pintu kokpit dari dalam sehingga sejumlah penumpang dapat masuk dan memberikan pertolongan.

Baca: Selat Hormuz Memanas, Negara Arab Siapkan Kesepakatan Jalur Pelayaran Bersama

"Saya berkata kepada diri sendiri untuk melakukan satu upaya terakhir guna membuka pintu dari dalam," katanya.

Setelah penumpang berhasil masuk, pelaku dapat dilumpuhkan. Dua pilot cadangan yang kebetulan berada di dalam pesawat kemudian membantu mengambil alih kendali penerbangan.

Pesawat akhirnya dialihkan dan mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

Baca: Iran Serang Kapal Nirawak AS di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Sosok Kopilot Mulai Terungkap

Kopilot yang diduga melakukan serangan diketahui merupakan warga negara Oman. Sejumlah media internasional, termasuk Reuters, CNN dan The New York Times, menyebut namanya sebagai Hamam al-Hammami.

Baca: Iran Tangkap Pengibar Bendera MEK, Aparat Klaim Semua yang Terekam Video Sudah Ditahan

Meski demikian, identitas tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh seluruh pihak terkait.

Al-Hammami disebut pernah bekerja di Oman Air selama sekitar tujuh tahun. Sejumlah sumber yang dikutip media internasional menyebut dirinya pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbangan karena adanya kekhawatiran terkait pandangan radikal.

Ia kemudian disebut mendapat posisi lain di maskapai tersebut.

Baca: JD Vance Soroti Rekam Jejak Perang AS: Hampir Tak Pernah Menang Selama 42 Tahun

Rekam jejak pekerjaan al-Hammami juga menjadi perhatian dalam penyelidikan. Setelah meninggalkan Oman Air, ia disebut pernah menjalani pelatihan bersama Royal Air Maroc sebelum akhirnya bekerja di Flydubai.

Profil LinkedIn yang diduga miliknya kini telah dihapus. Sementara itu, Flydubai belum memberikan keterangan rinci mengenai latar belakang kopilot tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.

Baca: Volkswagen Siapkan PHK 100.000 Karyawan, Tarif Trump dan China Jadi Tekanan

Dugaan Motif Masih Diselidiki

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyebut pelaku diduga telah mengalami "indoktrinasi radikal Islamis".

Saat berhasil dilumpuhkan, pelaku disebut sempat berteriak kepada awak pesawat: "Bunuh saya, bunuh saya!"

Baca: Netanyahu Klaim Rezim Mojtaba Khamenei di Iran di Ambang Kehancuran

Netanyahu kemudian mengatakan: "Jadi, jelas bahwa dia berniat bunuh diri... Tampaknya sangat mungkin dia berniat menjatuhkan pesawat itu."

Namun, dugaan motif tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. Jaksa Agung UEA menyatakan penyidik masih berupaya mengungkap seluruh keadaan, motif, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain.

Baca: JD Vance Tegaskan Konflik AS-Iran Bukan Perang, Negosiasi Masih Buntu

Otoritas Australia juga dilaporkan menyelidiki keterkaitan al-Hammami dengan negara tersebut. Ia disebut pernah memperoleh visa pelajar dan tinggal di Australia sebelum melanjutkan pendidikan.

Di Inggris, al-Hammami diketahui menyelesaikan pendidikan manajemen penerbangan melalui program jarak jauh di Buckinghamshire New University dan lulus pada 2023. Universitas tersebut menegaskan bahwa al-Hammami tidak menjalani pelatihan pilot di institusi itu.

Pilot dan Penumpang Berhasil Cegah Bencana

Baca: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Mundur dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Keselamatan penerbangan tersebut akhirnya berhasil dipertahankan setelah kapten yang terluka membuka pintu kokpit dan memungkinkan penumpang membantu melumpuhkan pelaku.

Salah satu penumpang, Yaniv Hayun, mengatakan pelaku berusaha merusak instrumen pesawat sehingga penerbangan tidak dapat dikendalikan.

Baca: Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142

Hayun bersama penumpang lainnya kemudian membantu mengamankan pelaku dan menjaga pesawat tetap stabil sampai pilot lain mengambil alih kendali.

Kapten Machchhar kemudian mendapatkan perawatan medis. Kedutaan Besar India di UEA menyatakan kondisi pilot tersebut stabil dan terus membaik.

"Saya yakin saya akan pulih dan kembali sehat serta bugar," kata Machchhar.

Baca: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran, Kebijakan “Tanker for Tanker” Trump Mulai Diterapkan

Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan penerbangan, pemeriksaan latar belakang awak pesawat, serta prosedur pengamanan pada penerbangan menuju Israel. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi, motif dan kemungkinan adanya pihak lain di balik insiden tersebut. (SM)



Terkait
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Iran Serang Kamp Titin di Yordania dengan Rudal Balistik, IRGC Klaim Banyak Tentara AS Tewas
Venezuela-AS Sepakati Kerja Sama Energi 25 Tahun, Targe
Kim Jong Un Rombak Militer Korut, Kim Song-gi Jadi Ment
Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Kurangi Ketergantunga
Lainnya
Mahathir Bantah Ada Lobi Indonesia, Fahri: Tun dan Datuk Maafkan Kami
Mahathir Bantah Ada Lobi Indonesia, Fahri: Tun dan Datuk Maafkan Kami
Pesawat Jatuh, 14 Orang Tewas Termasuk Wali Kota
Berakhirnya Perang Paten Huawei dan Samsung di Meja Hij
Remaja Ini Duduga Bunuh Diri Karena Tidak Dibelikan Pon
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pendidikan
UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua Kementerian
UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua Kementerian
Asesmen Akreditasi Dimulai, Prodi S1 Kewirausahaan Univ
Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ung
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung